Menjadi seorang Puragabaya adalah suatu kehormatan besar. Kedudukan Puragabaya adalah kedudukan yang mulia. Seorang Puragabaya menyatukan sifat kesatriaan, keperkasaan dan kefaqihan agama dalam dirinya. Puragabaya merupakan pemuda pilihan yang diangkat dari kalangan bangsawan yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur serta fisik yang prima. Untuk dapat menjadi seorang Puragabaya harus melalui tahapan yang sangat berat dan sulit. Puragabaya diharuskan hidup sederhana , tinggal di sebuah padepokan di tengah hutan belantara, menghadapi latihan-latihan yang taruhannya nyawa. Selain mempelajari ilmu kanuragan dan beladiri yang mumpuni, Puragabaya juga dibekali dengan ilmu-ilmu agama. Sehingga seorang Puragabaya selain memiliki ilmu kanuragan yang sangat ampuh dan berbahaya, juga memiliki kefaqihan yang tinggi dalam agama.

Thursday, January 31, 2008

Under Estimate


“Yah badan kecil begitu, gampang deh dia gue kalahin….”
Percaya diri memang mutlak diperlukan dalam menghadapi suatu pertarungan, tapi kalau ke-“PD”-an itu berujung dengan meremehkan lawan, nah itu lain lagi ceritanya.

Kadang kita memandang remeh kepada lawan yang posturnya jauh lebih kecil. Hanya dengan melihat postur tubuh seseorang, tidak serta merta kemampuan lawan dapat diukur. Padahal ketika meremehkan lawan, justru itulah kelemahan terbesar kita. Ingat artikel gue sebelumnya tentang Silat...unbelievable, itulah yang gue alami karena meremehkan lawan.
Dengan meremehkan lawan, secara tidak langsung kita berkesimpulan bahwa lawan dapat dikalahkan dengan mudah dan keyakinan tersebut terus melekat di kepala. Tapi ketika tiba-tiba serangan lawan yang berpostur tubuh kecil tersebut masuk, apalagi dengan telak dan menjatuhkan kita, kita tidak siap dengan keadaan tesebut. Rasa kesal, malu, gundah, emosi dan bahkan marah menumpuk, bercampur aduk dalam dada sampai menjadi sesak karenanya. Dan akibatnya serangan dan pertahanan tidak terkontrol sehingga dengan mudah dipermainkan oleh lawan dan berujung dengan kekalahan.

Kepercayaan diri memang diperlukan, tapi jangan sampai kepercayaan diri tersebut justru berubah menjadi boomerang karena terlalu “PD”. Bagaimanapun postur tubuh lawan yang kita hadapi, kita harus tetap selalu waspada. Jangan pernah menilai kemampuan sesorang hanya dengan melihat sisi luarnya saja. Siapa tahu di balik postur yang kecil tersebut tersimpan kemampuan yang luar biasa. Dan bagi gue pribadi, gue tetap akan berhati-hati menghadapi lawan bertubuh kecil yang mungkin saja memiliki kemampuan luar biasa. Tapi….gue akan jauh lebih berhati-hati menghadapi orang yang bertubuh besar dan kekar dengan kemampuan yang luar biasa.

5 comments:

herry said...

setuju Om...

herry said...

betul Om....setuju :)

Persinas ASAD Kota Tasikmalaya said...

sangat setuja.... eh setuju sekali maksudnya... hehehe...
semuanya perlu pertimbangan dan pemikiran n tak lupa feeling juga perlu coz terkadang kondisi fisik bisa mengelabui.... Betul kan Pak..

Ajzk Video2nx dah diputer semua, lumayan bwt motivasi n menambah kekayaan gerakan...

Persinas ASAD Kota Tasikmalaya said...

Ya... memang semua terkadang tak seperti yang kita lihat. Betul n sangat setuju, harus waspada..!!!

Persinas ASAD Kota Tasikmalaya said...

betul...
harus waspada, waspada dan waspada.
bentuk fisik tidak mewakili kelemahan atau kelebihan seseorang. hehehe... bukan begitu Om....???