Menjadi seorang Puragabaya adalah suatu kehormatan besar. Kedudukan Puragabaya adalah kedudukan yang mulia. Seorang Puragabaya menyatukan sifat kesatriaan, keperkasaan dan kefaqihan agama dalam dirinya. Puragabaya merupakan pemuda pilihan yang diangkat dari kalangan bangsawan yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur serta fisik yang prima. Untuk dapat menjadi seorang Puragabaya harus melalui tahapan yang sangat berat dan sulit. Puragabaya diharuskan hidup sederhana , tinggal di sebuah padepokan di tengah hutan belantara, menghadapi latihan-latihan yang taruhannya nyawa. Selain mempelajari ilmu kanuragan dan beladiri yang mumpuni, Puragabaya juga dibekali dengan ilmu-ilmu agama. Sehingga seorang Puragabaya selain memiliki ilmu kanuragan yang sangat ampuh dan berbahaya, juga memiliki kefaqihan yang tinggi dalam agama.

Friday, November 10, 2006

Ciri Petarung

Setiap petarung mempunyai ciri sendiri dalam menghadapi suatu pertarungan.

Yang pertama mendahului serangan dan tidak memberi kesempatan lawan untuk menyerang Gerakan cepat, tepat, dan kuat untuk melumpuhkan lawan harus kita lakukan terlebih dahulu, sebelum lawan menyerang lebih dahulu. Tujuannya adalah untuk membuat lawan terkejut, dan apabila serangan kita tepat sasaran akan membuat lawan menjadi lemah. Namun perlu diantisipasi kalau lawan dapat mengelak/menghindar atau serangan kita ternyata tidak tepat sasaran.

Yang kedua menunggu serangan
Dengan asumsi bahwa menunggu serangan adalah posisi menguntungkuan, karena fokus hanya kepada serangan lawan sambil membaca kelemahan lawan untuk selanjutnya memberikan serangan balik dengan cepat dan akurat ke daerah lemah tersebut.

Toh itu itu semua di atas akan sia-sia jika tidak barengi dengan mental dan fisik yang prima. Bagaimanapun baiknya teknik dan strategi, kalo nafasnya nafas kretek, mentalnya mental tempe, kontrol emosi amburadul, yah bakalan cuma jadi sansak hidup doang deh sama lawan.

2 comments:

hebiryu said...

keliatannya kalo karate-ka dia tipe yang pertama. kalo pesilat kebanyakan tipe yang kedua.

Yudhy Haryantho said...

Yup, hampir kebanyakan seperti itu Sdr. Hebiryu. Untuk tipe yang kedua kebayakan pada silat tradisonal. Tapi untuk silat sport/tanding, biasanya pesilat menjadi tipe yang pertama, terutama jika di gelanggang.